Mini Glosarium Tentang Difabel
Salam Inklusi
Salam Pembaca. kali ini penulis sempatkan membagi beberapa istilah dalam dunia difabel. Karena keterbatasan pengetahuan dan bahan bacaan. hanya beberapa saja yang sempat penulis publish. Berharap ke depan bisa ditambah lebih banyak dan lebih baik lagi.
Selamat membaca dan semoga bermanfaat.
Difabel : Merupakan akronim dari “differently abled”. Termn ini dapat dikatakan baru yang digagas untuk menggantikan istilah penyandang cacat. Istilah difabel banyak digunakan oleh aktivis-aktivis dan organisasi-organisasi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sedangkan hingga saat ini masih saja terjadi perdebatan untuk termonilogi ini baik di kalangan akademisi maupun organisasi difabel. Termasuk antara organisasi difabel dan pemerintah (Departemen Sosial dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia). Sedangkan di luar negeri (konteks internasional) lebih banyak digunakan istilah “people with disabilities”.
Salam Pembaca. kali ini penulis sempatkan membagi beberapa istilah dalam dunia difabel. Karena keterbatasan pengetahuan dan bahan bacaan. hanya beberapa saja yang sempat penulis publish. Berharap ke depan bisa ditambah lebih banyak dan lebih baik lagi.
Selamat membaca dan semoga bermanfaat.
Difabel : Merupakan akronim dari “differently abled”. Termn ini dapat dikatakan baru yang digagas untuk menggantikan istilah penyandang cacat. Istilah difabel banyak digunakan oleh aktivis-aktivis dan organisasi-organisasi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sedangkan hingga saat ini masih saja terjadi perdebatan untuk termonilogi ini baik di kalangan akademisi maupun organisasi difabel. Termasuk antara organisasi difabel dan pemerintah (Departemen Sosial dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia). Sedangkan di luar negeri (konteks internasional) lebih banyak digunakan istilah “people with disabilities”.
Inklusi: dimaksudkan untuk acuan bahwa suatu system baik
pendidikan maupun lembaga lainnya terlah mampu mengadopsi dan mewadahi
kebutuhan tanpa terkecuali. Istilah ini juga kerap menggantikan istilah
integrasi. Salah satu factor yang melatarbelakangi munculnya istilah inklusi,
adalah terpinggirkannya anak-anak dalam hitungan juta karena factor latar
belakang(gender, ras, agama, ekonomi, etnis, budaya, kemampuan fisik, dan
intelektual) dalam pendidikan.
Adaptif: proses pembelajaran dan layanan yang
dimodifikasi/diubah sesuai dengan kebutuhan peserta didik difabel. Modifikasi dan
adaptasi unsur-unsur pendidikan dan pembelajaran merupakan salah satu upaya sebagai
jaminan aksesibilitas bagi difabel.
Low Vision: individu secara medis didiagnosis memiliki
keterbatasan pengelihatan (pengelihatan rendah). Perlu dicatata bahwa tak semua
difabel netra memiliki kebutaan utuh. Sebagian dari mereka adalah Low Vision
dengan karakteristik dan tingkatan yang berbeda-beda.
Orientasi Mobilitas (OM): istilah ditujukan bagi kalangan
difabel netra untuk acuan melakukan pengenalan lingkungan baik pendidikan dan social
mereka. Hal ini ditujukan untuk pengenalan pada mereka dimana sajakah posisi
seperti bangku, meja, toilet, tempat ibadah berada. OM setidaknya bisa membantu
mempermudah difabel netra untuk mobilitas mereka.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Momovdesk

0 komentar:
Post a Comment