Sama seperti
biasanya, tiap tahunnya selalu ada cara memperingarti hari difabel internasinal
yang jatuh pada 3 desember. Umumnya tiap institusi atau lembaga menyajikan cara
yang berbeda. Diantaranya ialah UKM Peduli Difabel UGM yang mengadakan Talkshow
dengan mengusung tajuk Harmoni Inklusi dengan tak kurang 100 peserta hadir di Graha
Sabha Pramana UGM(3/12). Choirul Rizky selaku Ketua UKM ini ketika ditemui usai
acara menyatakan bahwa tak lain ini sebagai salah satu sosialisasi dan ajakan
kepada teman-teman di lingkungan kampusnya. “Kan kita usung tema yang
berhubungan dengan peran masyarakat. Jadi, kita tentunya fokus pada
keterlibatan masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada
teman-teman difabel” ujar pria yang kerap disapa Irul itu.

Selain itu, Talkshow Inspiratif yang dihadiri oleh
Triyono, Founder ojek Difa, Angkie
Yudistia seorang Tunarungu dan pengarang buku, juga Ronny Tri Wirasto, Pskiater
Fakultas Kedokteran UGM ini berangkat dari masalah-masalah teman-teman difabel
sendiri. Melalui Harmoni Inklusi ini juga diharapkan dapat lahir pioner-pioner
yang melek terhadap isu-isu difabilitas untuk bisa bersama-sama memperjuangkan
difabel guna pemberdayaan yang merata.
Berhubungan
dengan partisipasi masyarakat, salah seorang mahasiswa difabel netra
mengungkapkan pengalamannya atas bantuan orang-orang yang awas, “Keberadaan orang yang melihat dan responsif kepada difabel
itu penting ya, mas. Untuk orientasi mobilitas di kampus contohnya sangat
membutuhkan mereka. Saya ketika masih belum mengenal wilayah kampus ini juga
begitu. Selalu ada yang membatu. Tetapi lagi-lagi difabel harus tau apa yang
dibutuhkannya dan gak boleh manja. Harus bisa mandiri” tutur Tio mahasiswa
tunanetra Fakultas Hukum UGM itu. Atas terselenggaranya talkshow tersebut, irul mengungkapkan kebahagiaannya
Pada pengalaman,
inilah yang menjadi acuan Pusat Layanan Difabel(PLD) UIN Sunan Kalijaga untuk
menyelenggarakan acara kecil bertajuk Nongkrong Inklusi yang juga dilaksanakan
pada hari Sabtu di halaman Poliklinik UIN Sunan Kalijaga. Dengan keikutsertaan
puluhan relawan PLD sejak jam satu siang, meskipun mendung mulai mengancam,
‘nongkrong’ yang sedianya dimulai selepas magrib itu tetap dilaksanakan. Salah
satu kegiatan pra acara yang cukup menarik banyak pasang mata ialah relawan
yang telah berkumpul dengan beberapa difabel netra asik membersihkan sampah
yang tak sedap dipandang mata. Salah seorang relawan yang juga seorang difabel
daksa bernama Shandy mengatakan “Kita yang pakai ini tempat, jadi ya sebisa
mungkin kita buat sebersih mungkin. Biar enak dipandang juga” tuturnya.
Nongkrong
inklusi yang dihadiri oleh staf PLD, puluhan relawan PLD, dan tamu dari kampus
lainnya juga dilengkapi oleh menu-menu angkringan itu fokus pada pertunjukkan
seni dari difabel netra UIN sendiri dan tentunya sesi berbagi pengalaman dari
UKM Peduli Difabel yang dihadiri oleh ketuanya dan beberapa rekan difabel.
Intinya, saling memberikan pengalaman masing-masing dari kedua perwakilan
lembaga difabilitas kampus yang berdiskusi itu. Pun, melibatkan beberapa
audiens yang hadir untuk menanggapinya.
Cukup menarik,
salah satu perwakilan dari PLD, Abdullah Fikri mengatakan pada sesi tersebut
bahwa untuk menjadi inklusi bukan berarti langsung, termasuk UIN sendiri masih
sebatas proses yang diharapkan bisa menyempurnakan diri di kemudian hari. “Tapi
pokoknya lebih baik ada dari pada tidak melakukan sama sekali” tutupnya di sesi
itu. Berkaitan dengan ini, Ketua UKM Peduli difabel UGM saat ditanyai perihal
aksesibilitas kampusnya menyatakan ada perkembangan yang signifikan juga
“Informasi yang saya dapatkan sudah ada di jurusan-jurusan Peternakan dan
Biologi yang membuka diri untuk teman-teman tunarungu. Pasti kami juga
bersyukur dengan adanya kebijakan ini” katanya.
Trismunandar, mahasiswa tunanetra dan Ketua Panitia acara itu mengatakan di
akhir acara “Dengan adanya ini kita berharap bisa saling berbenah, terutama
dari teman-teman difabel sendiri. Karena dari saling berbagi pengalaman itu
juga akan muncul edukasi bagi siapa saja yang hadir. Dan ini jelas akan menyadarkan
banyak orang” tutupnya.
0 komentar:
Post a Comment