-->

Mengapa komunikasi?


Image by Freepik
Dulu, ketika masih berada di bangku SD, SMP dan SMA kita kerap mendengar dan belajar perihal mahkluk sosial, bukan? Nah, berangkat dari itulah manusia membutuhkan orang lain.

Bagaimana cara manusia memenuhi kebutuhan dan keinginannya? Apa yang bisa menjembataninya? Salah satunya ialah komunikasi. Mengapa demikian?

Komunikasi dalam tataran dinamika

sosial. Sosialisasi manusia membutuhkan komunikasi untuk bisa terhubung dan membangun relasi terhadap orang lain. Baik komunikasi antar peribadi maupun antar budaya. Ada juga komunikasi politik.

Banyak mitos terkait komunikais. Orang mengatakan bahwa komunikasi akan berjalan layaknya air dan tak payah mempelajainya hingga di perguruan tinggi. Apakah ini salah? Tidak juga. Lantas, yang perlu diperhatikan adalah dalam disiplin ilmu sosial ini yang perlu kita ketahui ialah celah dalam perjalanan komunikasi.

Benar adanya, bahwa komunikasi itu akan berjalan sendiri layaknya air. Akan tetapi, jika aliran sungai di mana air itu ada tersumbat. Apakah air akan tetap mengalir? Tidak. Di sinilah kita perlu mempelajarinya. Bagi kawan-kawan yang ada pada wilayah jurusan komunikasi, pada fokus komunikasi apapun itu tentu mengenal noise atau hambatan dalam komunikasi. Nah, mempelajari komunikasi tidak semudah mitos yang orang sebarkan.

Belajar komunikasi, bisa mengetahui karakteristik orang lain, prediksi terhadapnya, psikologi dan sosiologi yang berjalan dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Keberhasilan itu yang akan menunjang efektivitas komunikasi. Sehingga kita bisa membangu relasi terhadap orang lain dengan apik.

Sekian sebagai penghantar. Harap maklum, ini hanya sebagai sapaan pada kawan-kawan. Sayapun juga amatir.

Terimakasih telah membaca.





Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Momovdesk


0 komentar:

Post a Comment