-->

Plis jangan Plagiat

Image by Freepik
Banyak orang mengutuk maling, koruptor, pencuri, rampok dan sejenisnya. Akan tetapi, sadarkah kita bahwa kerap melakukan pencurian kecil-kecilan? Jadi jangan heran jika semakin banyak orang menipu, berpura-pura, alay di negara ini. Jika kebiasaan atau budaya semacam ini tetap berlangsung dalam kehidupan kita, khususnya dalam dunia pendidikan atau akademik.

Sebenarnya, tidak jarang juga staf pengajar dalam sebuah institusi pendidikan melakukan perbuatan terkutuk ini. Termasuk penulis pernah menemukannya. Bukan bermaksud naif, penulis mengakui bahwa pernah melakukan tindakan kotor ini ketika mengerjakan makalah. Buntutnya? ketidaktahuan terhadap materi perkuliahan. Rugi gak tuh? rugi besar.

kok rugi? Lah, tujuan belajar itu emangnya buat apaan? Jadi maling? Jangan deh, udah banyak maling di luar sana. Masa kita ikut meramaikan jagat permalingan di indonesia. Oke balik lagi ke topik. Kenapa to plagiasi itu bahayanya bukan main? Coba deh tanya orang di sekitarmu. Kebanyakan sepakat gak setuju ama itu perbuatan.

Ini analisis kecil-kecilan aja ya. Identifikasi orang yang melakukan plagiasi itu apaan coba? Selain males, ya ambil jalan pintas. Hal inilah yang bakal mempengaruhi mental manusia indonesia. Pengennya instan. makanya jangan kebanyakan makan mi instan. hahaha

Oya, selain hal di atas, Mental macam itu yang akan menuntun orang menjadi rakus. Ini artinya, dia berharap segala sesuatu harus dicapai dengan jalan pintas. terlebih, di dunia modern dan serba-serbi ini menuntut banyak orang-orang konsumtif untuk bisa memenuhi hasratnya. Dan perlu diingat, hasrat itu bukan sebuah kebutuhan, itu cuma sekedar keinginan. Bukan kebutuhan primer kan?

lanjut, apa susahnya usaha sendiri untuk bisa mengerjakan sesuatu. Penulis fokus di wilayah akademik saja. Buku-buku di perpustakaan itu banyak, gratis untuk dibaca dan dosa untuk dicurii hahaha. Toh, kalo kita rajin baca buku, apa sih yang gak bisa kita kuasai? Dunia? bisa juga.

Perlu diingat, kita jika ingin bersaing secara sehat di kancah global tidak hanya sebatas masuk dan keluar ruangan kelas.  Tapi bagaimana kita bisa memahami segala macam dinamika dan apa saja yang bermobilitas. Di samping itu, ilmu pengetahuan itu sebagai tonggak utama kebudayaan sebuah kelompok, organisasi, bangsa, dan negara.

Yah, yang jelas, kalau masih enggan baca buku dan demen banget plagiat, manfaatin koneksi internet terus jarii siap di keyboard Ctrl+ C lalu Ctrl+V. Silakan sajja. Tapi ingat, tutup dan bungkan saja mulut untuk mengutuk dan mencibir maling-maling di luar sana.

Gimana bisa kita ringkus maling, kalau kita sendiri malas dan bercita-cita, berkebuayaan maling?





Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Momovdesk


0 komentar:

Post a Comment